Arsip Blog

Ketika Abi tidak ada, Ummi jadi Penuntut Umum

Saat itu ada sms yang masuk di inbox dari teman yang memberitahukan bahwa saya terpilih menjadi peserta pelatihan kewirausahaan. Meskipun banyak pertimbangan, akhirnya saya dealkan untuk bisa ikut pelatihan tersebut. Karena tak enak hati sama teman, juga kesempatan yang rugi kalau ditinggalkan.

Tempat pelaksanaan di luar kota, tentu resikonya harus dibayar mahal. Meninggalkan istri dan buah hati yang masih sembilan bulan. Dua bulan setengah bukanlah waktu yang sebentar. Apalagi harus kutinggalkan juga anak-anak di Madrasah Ibtidaiyah.

Dengan langkah yang sangat berat menuju sepercik ilmu dunia, kuayunkan kaki ini dengan satu visi “Bekal akhirat dengan ilmu dunia”. Kuciumi anak dan istriku dengan penuh kasih.

“Do’akan Abi, ya Mi…”pintaku. Lalu kuciumi kening anakku, Adiba, Read the rest of this entry

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 519 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: