Arsip Kategori: Flash Fiction
Bundamu sedang menunggu kita, Sayang… (Flash Fiction)
“Kenapa kamu menangis, Sayang?” perempuan bersahaja itu mendekat seraya mengelus anak berusia delapan tahunan.
Ia diam. Tangisannya malah meledak, dan… memeluk perempuan yang ia panggil Ummi begitu erat.
“Apa yang kau tangisi?” sekali lagi,
“Tahun ini aku tak bisa berlebaran sama Bunda…,” jawabnya terbata.
“Kenapa Bunda pergi?”
“Bundamu bukan pergi, Sayang. Tapi sedang menunggu kita di alam sana,”
“Saat ini Bundamu tersenyum melihat buah hatinya sudah khatam Qur’an,” Ummi mengibur.
Fatma tersenyum.
By: Abdal Fauzi
Garut, 13 Agustus 2012
01.22 WIB
![BELAJAR TANPA BATAS: re-roniyusron [dot] com](http://feeds.feedburner.com/roniyusron.2.gif)









