Cahaya itu Sudah Menunggu
Oleh: Abdal Fauzi
galauku malam ini bukan yang biasa
lebih sekedar spesial bila harus dikatakan
menempati ruang yang belum kukenal
menapaki hambalan satu-satu
berhenti disetiap terminal
sempat Khidir menyapa
kuhaturkan salam ta’dzim
”Lanjutkan!” titahnya
aku mengangguk
bergegas bersama yang lain
karena cahaya itu sudah menunggu
Sumedang, 12.05.2012 – 00.05 WIB
Posted on 11 Mei 2012, in Puisi and tagged abdal fauzi, cahaya nabi, puisi guru, puisi pendidikan, sajak guru, sajak pendidikan. Bookmark the permalink. 7 Komentar.
![BELAJAR TANPA BATAS: re-roniyusron [dot] com](http://feeds.feedburner.com/roniyusron.2.gif)










liriknya mantab. isinya juga mencerahkan. ada nuansa religius di sana.
terima kasih pak sawali, telah sudi ngasih tanggapannya.
saya baca judulnya itu sudah terbawa suasana saja
dalem makna dari “cahaya itu sudah menunggu”
hmmm, saya suka membacanya, Mas Roni Yusron.
Belum sedalam Kang Azzet atuh…
Ajib tad bukunya udah tembus Negeri Jiran.
ayo kita menuju cintanya…
Beliau sedang menunggu
cahaya kehidupan