Mengajak Anak Kampung Mencintai Nabi


“Man ahabba syaian, katsuro dzikruhu”
– Barang siapa yang mencintai sesuatu, maka akan banyak mengucapkannya.–
***

Kembali bercerita tentang anak kampung. Kali ini saya mengajak mereka belajar bagaimana mencintai Nabi SAW. Salah satunya memperbanyak shalawat dan salam pada beliau yang agung. Banyak cara untuk mencintainya, diantaranya menghidupkan sunnahnya.

Membaca shalawat dan salam pada beliau menjadi suatu keharusan kita selaku umatnya. Allah Yang Maha Agung dan Malaikat-Nya saja menyampaikan shalawat dan salam kepada nabi akhir zaman ini.

Firman Allah swt:
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ
ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮﺍ
ﺗَﺴْﻠِﻴﻤًﺎ
Artinya : “Sesungguhnya Allah
dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab : 56)

Ibnu Katsir didalam tafsirnya menyebutkan pendapat Imam Bukhori yang mengatakan bahwa Abu Al ‘Aliyah mengatakan,”Shalawat Allah (kepada nabi-Nya) adalah pujian-Nya kepadanya dihadapan para malaikat. Sedangkan shalawat malaikat
(kepada nabi) adalah doa.”
Ibnu Abbas berkata, ”mereka
bershalawat atas Nabi adalah mendoakan agar mendapat berkah.” Demikian nukilan Imam Bukhori dari keduanya.

Berdasarkan keterangan di atas, tentunya saya sebagai khadim (pengasuh) anak-anak kampung berharap keberkahan dari pembacaan shalawat yang kami lakukan.

Mencintai Abu Ibrahim (Nabi Muhammad Saw) sejak dini menjadi kewajiban saya sebagai salah satu umat nabi. Pun berharap syafaat yang telah dijanjikan.

Antusias anak-anak kampung bershalawat sangat baik. Bagaimana mereka dengan semangatnya melantunkan shalawat saat mahalul qiyam (ketika berdiri).

“YA NABI SALAM ‘ALAIKA
YA RASUL SALAM ‘ALAIKA
YA HABIB SALAM ‘ALAIKA
SHALAWATULLAH ‘ALAIKA…”

Kulihat wajah mereka yang polos dengan khusyu memuji nabi. Meski lisan mereka tak begitu fasih. Semilir angin dari sawah masuk ke dalam rumah yang sudah sesak, menambah kesejukan prosesi kemahabbahan ila rasul.

Ya Rasul…
Aku belajar mencintaimu
Mengajak mereka yang belum berdosa supaya cinta kepadamu
Lebih mencintaimu daripada orang tua mereka

Ya Habiballah…
Kami menunggu janjimu
Memberi syafaat yang tak akan madharat.

Yang selalu merindukanmu,
Abu Diba Alfauzi

About these ads

About Yusron Fauzi

Garut & Sumedang, Jawa Barat Seorang Guru Muda. Pemilik blog: www.GuruMuda.info

Posted on 3 Mei 2012, in Belajar ISLAM, Catatan Harian, Multiprofesi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. cinta tumbuh bila kita banyak menyebut-menyebut namanya. cinta Rasul bukan perkara mudah menanam kepda mereka dizaman seperti ini. namun usaha keras selalu membuahkan hasil.

  2. Anak2 ini pasti juga akan mencintai guru mereka yg pengasih ini ya Pak. Insya Allah dan amin

Silahkan meninggalkan komentar agar saya tahu pendapat anda tentang artikel di atas...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 521 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: