Menunggu Saran Para Blogger
Blog ini “Belajar Tanpa Batas” baru 5 bulan berjalan. Sangat terasa silaturahmi yang dilakukan para sobat blogger. Seringnya silaturahmi, banyak dari narablog yang sudah upgrade blog atau dengan self hosting. Sebagai sampel, annunaki.me, dinneno.com dan lainnya. Ini membuat saya ingin mengikuti jejak mereka.
Namun, ada yang mengganjal di hati saya untuk menuju ke domain dan hosting yang berbayar.
Mohon bantuan dan masukannya dari sahabat semua. Adapun pertanyaan di bawah ini:
- Sudah pantaskah blog ini untuk pindah ke berbayar?
- Jasa domain/hosting mana yang baik untuk dipilih?
- Lebih bagus mana www.roniyusron.com atau www.alfauzi.com? (nama lengkap saya Roni Yusron Fauzi)
Untuk sementara saya kemukakan 3 pertanyaan di atas, yang ditunggu masukannya.
Terima kasih sebelumnya atas apresiasi sobat blogger.
Urgensi dari Hakikat Isra’ dan Mi’raj
Ketika menginjak pada bulan Rajab yang agung, kita akan diingatkan dengan peristiwa yang agung pula, dimana makhluk teragung di Isra’ dan di Mi’raj-kan oleh Yang Maha Agung.
Untuk menambah referensi keilmuan, saya coba memilih sumber buku yang berkenaan dengan peristiwa Isra’ dan Mi’raj di perpustakaan pribadi. Saya dapatkan buku yang berjudul “Misteri Isra’ Mi’raj”, buah karya Abu Majdi Haraki.
Menjadi Blogger memang Menyenangkan
Tahun 2008 menjadi awal perkenalan saya dengan dunia maya, Internet. Kawan saya, Ahmad Marzuki, yang mengenalkannya. Kami mengakses di warnet untuk melihat statement bonus via online. Karena waktu itu saya bergabung di salah satu Network Marketing, dimana kita bisa melihat jaringan dan bonus secara online. Yang namanya baru pertama kali mengakses internet, tentu masih kesulitan bagaimana cara menggunakannya. Dibantu kawan saya tadi, akhirnya secara bertahap saya bisa masuk ke alamat url website perusahaan Network Marketing itu.
Read the rest of this entry
Nama Lain Bulan Rajab
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri dalam bulan yang empat itu.” (Q.S At-Taubah: 36).
RAJAB disebut juga Rajab Al Haram. Karena bulan Rajab termasuk salah satu di antara empat bulan haram, maksudnya bulan yang diharamkan melakukan peperangan di dalamnya. Empat bulan yang diharamkan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Tiga bulan berurutan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, sedangkan bulan Rajab terletak di antara Jumadi Akhir dan Sya’ban.
Bulan Rajab juga dinamakan Rajab Al Fard. Ini dinamakan karena Rajab terpisah dari tiga bulan haram lainnya yang berurutan. Bulan Rajab datang lima bulan setelah bulan lainnya.
Nama lain bulan Rajab lainnya adalah Rajab Mudhar. Dinamakan demikian dikarenakan suku Mudhar sangat mengagungkan bulan ini dan menjaga kehormatannya.
Semoga Bermanfaat.
Pentingnya Bulan Rajab dan Ibadah di dalamnya
Bila mendengar atau membaca kata “RAJAB”, kita akan teringat dengan peristiwa yang sangat dahsyat, yaitu peristiwa Isra dan Mi’raj. Rajab adalah salah satu bulan yang istimewa dan mulia dari bulan-bulan lainnya. Bagi kaum muslimin, bulan ini memiliki arti tersendiri, karena banyak keistimewaan yang terdapat di dalamnya.
Kata Rajab sendiri, berasal dari kata at-tarjib, yang berarti penghormatan.
Peristiwa Isra Mi’raj merupakan mukjizat terbesar yang Allah subhanahu wa ta’ala khususkan kepada Baginda Rasulullah SAW. Mukjizat Isra merupakan penghormatan kepada Rasulullah dan untuk meneguhkan hati beliau dan menghiburnya, yang baru saja ditinggal dua orang disayanginya, pamannya, Abu Thalib, dan istrinya Sayyidatuna Khadijah Al Kubra. Karenanya, tahun itu disebut ‘amul huzn (tahun kesedihan).
Pada bulan Rajab ini, ada salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk banyak dilakukan. Yaitu bertaubat dan memohon ampun kepada Allah. Namun, bukan berarti di bulan-bulan lain tidak perlu. Hanya saja di bulan Rajab ini mesti lebih ditingkatkan lagi. Kenapa demikian? Salah satu sebabnya, ketika kita telah memasuki bulan Rajab berarti semakin dekat lagi dengan bulan Ramadhan, bulan termulia yang ibadah kita harus lebih baik daripada bulan sebelumnya. Supaya setelah Ramadhan bisa lebih meningkat lagi. Untuk bisa meningkatkan ibadah, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memperbanyak istighfar-demi menyucikan hati-.
“ALLOHUMMA BAARIKLANAA FII ROJABA, WA SYA’BANA WA BALIGHNAA ROMADHONAA WA HASHIL MAQOOSHIDANAA”
Sosok Itu
buatku sosok itu adalah sosok mahasempurna di khalayak makhluk
cintanya bukan seperti cinta kita yang ada embel-embel
pantas bila bumi dan langit memperebutkan sosok itu
dia sama dengan kita
tapi dia bukan kita
apalagi kita bukan dia
kita hanya setetes dari lautannya
bahkan kurang
sosok itu menjadi kunci bermilyaran pintu kebahagiaan
selalu kutunggu kehadiran sosok itu walau lewat mimpi
memimpikannya adalah haq
setan manapun tak akan bisa menyerupai sosok yang dipenuhi budi pekerti
siapapun akan bangga diri bila diliriknya
kerinduan selalu membekas bila menatap walau satu detik
yakinku yakin bertemu
yakinku yakin ia tersenyum
duhai engkau yang kurindui
malam ini aku akan terjaga
tanpa kenistaan diri
Garut, 15 Mei 2012
Cahaya itu Sudah Menunggu
Oleh: Abdal Fauzi
galauku malam ini bukan yang biasa
lebih sekedar spesial bila harus dikatakan
menempati ruang yang belum kukenal
menapaki hambalan satu-satu
berhenti disetiap terminal
sempat Khidir menyapa
kuhaturkan salam ta’dzim
”Lanjutkan!” titahnya
aku mengangguk
bergegas bersama yang lain
karena cahaya itu sudah menunggu
Sumedang, 12.05.2012 – 00.05 WIB
Ketika Abi tidak ada, Ummi jadi Penuntut Umum
Saat itu ada sms yang masuk di inbox dari teman yang memberitahukan bahwa saya terpilih menjadi peserta pelatihan kewirausahaan. Meskipun banyak pertimbangan, akhirnya saya dealkan untuk bisa ikut pelatihan tersebut. Karena tak enak hati sama teman, juga kesempatan yang rugi kalau ditinggalkan.
Tempat pelaksanaan di luar kota, tentu resikonya harus dibayar mahal. Meninggalkan istri dan buah hati yang masih sembilan bulan. Dua bulan setengah bukanlah waktu yang sebentar. Apalagi harus kutinggalkan juga anak-anak di Madrasah Ibtidaiyah.
Dengan langkah yang sangat berat menuju sepercik ilmu dunia, kuayunkan kaki ini dengan satu visi “Bekal akhirat dengan ilmu dunia”. Kuciumi anak dan istriku dengan penuh kasih.
“Do’akan Abi, ya Mi…”pintaku. Lalu kuciumi kening anakku, Adiba, Read the rest of this entry
![BELAJAR TANPA BATAS: re-roniyusron [dot] com](http://feeds.feedburner.com/roniyusron.2.gif)




